Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Desa Watumelewe: Oknum Babinsa Dipastikan Bukan Pelaku
KONAWE SELATAN – SIBERSULTRA.com
Informasi yang sebelumnya beredar di sejumlah media online terkait dugaan keterlibatan seorang oknum Babinsa berinisial B dalam peristiwa pengeroyokan terhadap korban berinisial P di Desa Watumelewe, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, dipastikan tidak benar dan tidak berdasar.
Berdasarkan penelusuran informasi di lapangan, kehadiran oknum Babinsa di lokasi kejadian bukan sebagai pelaku.
Ia justru datang untuk meredam situasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya keributan yang diduga sebagai peristiwa pengeroyokan.
Saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban berinisial P bahkan telah lebih dahulu diamankan di rumah Kepala Desa Watumelewe guna menghindari kemungkinan terjadinya tindakan lanjutan dari warga yang tersulut emosi.
Sebelumnya, peristiwa tersebut ramai diberitakan sebagai dugaan pengeroyokan yang disebut terjadi pada 9 Februari 2026 sekitar pukul 11.00 WITA.
Dalam pemberitaan itu, korban disebut datang ke rumah seorang perempuan berinisial B setelah mendapat panggilan untuk bertemu sebagai kekasihnya.
Namun, hasil penelusuran informasi yang diperoleh media ini menunjukkan fakta berbeda.
Peristiwa sebenarnya diduga terjadi sekitar pukul 23.30 WITA pada malam hari.
Korban disebut tidak datang karena dipanggil, melainkan masuk secara paksa melalui pintu belakang rumah dan langsung menuju kamar tidur perempuan berinisial B.
Aksi tersebut kemudian diketahui oleh orang tua perempuan tersebut. Keributan pun terjadi ketika korban ditarik keluar dari dalam rumah.
Pemilik rumah yang tidak menerima adanya lelaki yang tidak dikenal masuk secara diam-diam melalui pintu belakang dan langsung menuju kamar anaknya, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Konawe Selatan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polres Konawe Selatan bergerak cepat mengamankan korban guna menghindari situasi yang lebih luas, sekaligus melakukan pengembangan terhadap kasus yang terjadi.
Dengan demikian, informasi yang menyebut adanya keterlibatan oknum Babinsa dalam dugaan pengeroyokan tersebut perlu diluruskan, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta menghindari pencemaran nama baik terhadap pihak yang tidak terlibat.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook