BAUBAU – SIBERSULTRA.com

Rencana Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke wilayah Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), dipastikan batal setelah adanya perubahan agenda kunjungan Presiden di wilayah Sulawesi dan sekitarnya.

Perubahan tersebut tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) Nomor TR-101/SESMILPRES/PAM/V/2026 tertanggal 6 Mei 2026 yang ditandatangani Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Dalam telegram tersebut, seluruh jajaran pengamanan diminta segera melakukan penyesuaian rencana operasional di lapangan menyusul perubahan agenda Kepala Negara.

Meski mengalami perubahan, agenda kunjungan Presiden ke Provinsi Sulawesi Utara tetap dilaksanakan pada 9 Mei 2026. Dua wilayah yang masih masuk dalam daftar kunjungan yakni Pulau Miangas dan Manado.

Miangas yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia di bagian utara disebut menjadi titik strategis yang diprioritaskan dalam kunjungan kali ini.

Sementara itu, sejumlah daerah dipastikan batal dikunjungi Presiden. Wilayah yang dicoret dari agenda meliputi Kabupaten Gorontalo di Provinsi Gorontalo, serta Baubau dan Kabupaten Buton Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pembatalan tersebut turut berdampak pada penyesuaian rencana pengamanan yang sebelumnya telah dipersiapkan di masing-masing daerah.

”MTQ

“Sehubungan dengan hal tersebut, permohonan bantuan PAM dan KIRINTEL jaring perkembangan situasi terakhir dimohon kiranya dapat menyesuaikan dengan adanya perubahan dimaksud,” demikian bunyi instruksi dalam telegram yang ditujukan kepada Panglima TNI dan Kapolri.

Meski terjadi pengurangan titik kunjungan, koordinasi pengamanan disebut tetap dilakukan secara intensif.

Telegram tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah pejabat tinggi TNI-Polri, di antaranya Pangdam Jaya, Pangdam XIII/Merdeka, Pangdam XIV/Hasanuddin, hingga jajaran Kapolda di wilayah Sulawesi.

Laporan: Nandar

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook