BUTON UTARA – Sibersultra.com

Semangat mengabdi ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Angkatan 52 di Desa Eelahaji, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara.

Sejak memulai KKN pada 29 Juni hingga 3 Agustus 2026, sebanyak 15 mahasiswa yang terdiri dari delapan laki-laki dan tujuh perempuan dari berbagai instansi kerja di Buton Utara tak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga turun langsung membaur bersama masyarakat.

Salah satu kegiatan yang paling terlihat adalah bakti sosial berupa pengecatan pagar Kantor Desa Eelahaji dan pagar masjid.

Aksi gotong royong ini membuat fasilitas umum tampak lebih bersih, rapi, dan nyaman digunakan warga.

Ketua Kelas RPL Unsultra di Buton Utara, Aswan, mengatakan kegiatan mereka bukan hanya sebatas bakti sosial.

Mahasiswa juga mendampingi pemerintah desa dalam penataan administrasi serta memfasilitasi penyusunan rencana pencegahan dan penanganan stunting melalui Dana Desa Tahun 2027.

Menurut Aswan, program tersebut dipilih karena Desa Eelahaji menjadi salah satu desa dengan angka stunting tertinggi di Kecamatan Kulisusu.

”MTQ

Karena itu, mahasiswa ingin memberikan kontribusi nyata agar upaya pencegahan bisa dimulai sejak tahap perencanaan.

“Kami ingin kehadiran mahasiswa tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga memberi manfaat bagi desa. Selain membantu menata administrasi, kami juga ikut mendorong perencanaan pencegahan dan penanganan stunting agar ke depan jumlah kasus bisa terus ditekan,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan, pengabdian kepada masyarakat tidak cukup dilakukan oleh mahasiswa saja, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, pemerintah desa hingga masyarakat.

Menurutnya, kesadaran bersama sangat penting agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan terbebas dari stunting.

Sementara itu, Kepala Desa Eelahaji, Amiruddin, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mahasiswa KKN RPL Unsultra yang telah memilih Desa Eelahaji sebagai lokasi pengabdian.

“Kami sangat berterima kasih karena Desa Eelahaji dipilih menjadi tempat KKN. Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat membantu pemerintah desa, terutama dalam penataan administrasi dan memberikan masukan terkait upaya pencegahan stunting. Semoga ilmu yang dibagikan membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah diperbaiki melalui kegiatan bakti sosial tersebut serta terus memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk membangun desa yang lebih tertib, bersih, dan mampu melindungi generasi muda dari ancaman stunting.

Laporan: Redaksi.