Gebrakan Kepala SDN 1 Langere: Dari Sudut Baca hingga Taman Literasi, Sekolah Berubah dalam Waktu Singkat
BUTON UTARA – Sibersultra.com
Suasana SD Negeri 1 Langere, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur), terasa berbeda. Ruang-ruang kelas tampak rapi, bersih, dan nyaman.
Di sudut ruangan, tersusun buku-buku bacaan sederhana yang bisa dijangkau tangan-tangan kecil para siswa.
Anak-anak duduk santai sambil membaca, sementara guru mengajar dengan suasana yang lebih tenang.

Perubahan itu bukan terjadi bertahun-tahun, melainkan hanya dalam hitungan bulan sejak Neni Asria dipercaya memimpin sekolah tersebut sebagai kepala sekolah.
Salah satu gebrakan pertama yang ia lakukan adalah menghadirkan Sudut Baca di setiap kelas.
Ruang kecil itu disiapkan khusus agar siswa dapat bersantai sambil belajar membaca tanpa harus meninggalkan kelas mereka.
“Sudut baca ini kami hadirkan agar anak-anak memiliki ruang yang menyenangkan untuk membaca. Kami ingin membaca menjadi kebiasaan, bukan sekedar tugas sekolah,” ujar Neni.

Gagasan itu lahir sekitar tiga bulan setelah ia menjabat. Untuk menumbuhkan minat baca, pihak sekolah menggelar lomba membaca antar kelas dengan hadiah yang cukup besar untuk ukuran sekolah dasar di daerah tersebut, yakni Juara I Rp1 juta, Juara II Rp700 ribu, dan Juara III Rp300 ribu.
Perlombaan itu menjadi titik awal perubahan. Semangat siswa meningkat, dan guru-guru pun ikut bergerak.

Sekolah kemudian mengimbau setiap wali kelas bersama murid-muridnya untuk memperbaiki dan menata ruang kelas masing-masing.
Hasilnya mulai terlihat nyata. Dari kelas I hingga kelas VI, ruangan belajar berubah menjadi lebih tertata dan nyaman.
“Alhamdulillah, hari ini ruang kelas dari kelas I sampai kelas VI terlihat sangat rapi dan nyaman. Saat proses belajar mengajar berlangsung, baik murid maupun guru merasa lebih betah berada di kelas,” ungkapnya.
Namun perubahan tidak berhenti di dalam kelas. Beberapa bulan kemudian, sekolah kembali menghadirkan Pojok Baca di luar ruangan.
Meski ukurannya sederhana, tempat itu memiliki tujuan khusus: membantu siswa yang belum lancar membaca.

Di pojok baca tersebut, guru memberi perhatian lebih kepada anak-anak yang masih kesulitan mengenal huruf dan membaca kata demi kata. Harapannya, kemampuan membaca mereka dapat berkembang lebih cepat.
Tidak jauh dari pojok baca, sekolah juga membangun Taman Baca di halaman sekolah. Tiga gazebo sederhana disiapkan sebagai tempat membaca sekaligus ruang istirahat yang menyenangkan bagi siswa.
Saat bel istirahat berbunyi, anak-anak kini tidak hanya berlarian di halaman. Sebagian memilih duduk di gazebo sambil membuka buku cerita atau bacaan sekolah.
“Kami ingin anak-anak memiliki tempat yang nyaman untuk membaca di luar kelas. Taman baca ini menjadi ruang belajar yang lebih santai,” kata Neni.
Menurutnya, kehadiran berbagai fasilitas literasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca sejak dini di lingkungan sekolah.
Ia berharap sudut baca, pojok baca, dan taman baca dapat menjadi tempat yang selalu dirindukan siswa, sehingga mereka terbiasa memanfaatkan waktu luang untuk membaca dan belajar.
“Harapan kami, dengan adanya lapak baca dan fasilitas baca lainnya, anak-anak semakin gemar membaca, lebih percaya diri, mudah memahami pelajaran, dan kelak memiliki cita-cita yang tinggi. Kami ingin SDN 1 Langere dikenal sebagai sekolah yang menumbuhkan budaya literasi,” ujarnya.
Perhatian sekolah juga menyentuh persoalan lingkungan. Untuk menanamkan kebiasaan hidup bersih, sekolah menyiapkan tempat pembakaran sampah agar siswa tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke laut yang berada tidak jauh dari lingkungan mereka.
Langkah sederhana itu menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus dibangun di SDN 1 Langere.
Menariknya, seluruh perubahan tersebut dilakukan belum genap satu tahun sejak Neni Asria menjabat kepala sekolah.
“Semua ini kami hadirkan belum sampai setahun saya menjadi kepala sekolah di SDN 1 Langere. Kami ingin sekolah ini terus berkembang dan menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar, membaca, dan tumbuh menjadi generasi yang lebih baik,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Neni juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh muridnya agar menjaga fasilitas yang telah disiapkan sekolah dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
“Anak-anakku, rajinlah membaca karena buku adalah jendela dunia. Jagalah sudut baca, pojok baca, dan taman baca ini seperti rumah kalian sendiri. Jangan malu belajar, jangan malas membaca, dan teruslah bermimpi setinggi mungkin karena masa depan kalian dimulai dari kebiasaan membaca hari ini,” pesannya.
Di tengah keterbatasan fasilitas, SDN 1 Langere perlahan menunjukkan bahwa perubahan besar tidak selalu membutuhkan gedung mewah.
Kadang, perubahan dimulai dari sudut kecil tempat seorang anak membuka buku pertamanya.
Laporan: Redaksi.






