BUTON UTARA – Sibersultra.com

Suasana berbeda mulai terasa di lingkungan SD Negeri 1 Langere, Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara (Butur). Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Halaman sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar mengajar kini akan menjadi arena keceriaan anak-anak melalui berbagai perlombaan tradisional.

Ini menjadi momen yang dinanti-nantikan karena untuk pertama kalinya SDN 1 Langere menggelar rangkaian perlombaan kemerdekaan secara khusus bagi para siswa.

Kepala SDN 1 Langere, Neni Asria, menuturkan bahwa sekolah telah menyiapkan sejumlah perlombaan yang disesuaikan dengan usia dan minat peserta didik.

Beberapa lomba yang akan digelar antara lain makan kerupuk, bola gotong, balap karung, lomba nyanyi, catur, dan balap kelereng.

“Kami pihak sekolah melakukan kegiatan ini agar anak-anak bisa merasakan juga suasana perlombaan pada hari kemerdekaan. Selama ini di Langere belum pernah ada kegiatan 17 Agustus seperti ini,” ungkap Neni.

Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut bukan semata-mata mencari pemenang, melainkan menanamkan semangat kebersamaan, sportivitas, dan kecintaan terhadap hari kemerdekaan sejak usia dini.

”MTQ

Ia ingin anak-anak memiliki kenangan indah tentang perayaan 17 Agustus di sekolah mereka sendiri.

Antusiasme siswa terlihat bahkan sebelum perlombaan dimulai. Neni mengaku banyak murid yang datang menanyakan apakah tahun ini benar-benar akan ada lomba.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka sering datang bertanya apakah jadi ada lomba atau tidak. Alhamdulillah akhirnya bisa kami adakan meskipun sederhana,” katanya sambil tersenyum.

Tidak hanya siswa, para orang tua juga menyambut baik inisiatif sekolah tersebut. Mereka menilai kegiatan semacam ini penting untuk membangun semangat sosial anak-anak setelah sekian lama peringatan kemerdekaan di lingkungan mereka berlangsung tanpa kegiatan khusus.

Panitia membagi perlombaan berdasarkan jenjang kelas. Untuk kelas IV hingga kelas VI, akan diperlombakan bola gotong, balap karung, lomba nyanyi, dan catur.

Sementara kelas I sampai kelas III akan mengikuti lomba makan kerupuk dan balap kelereng.

Rangkaian lomba sederhana itu diperkirakan akan menghadirkan tawa, sorak-sorai, dan semangat persahabatan di halaman sekolah.

Di tengah keterbatasan fasilitas, SDN 1 Langere berupaya menunjukkan bahwa makna kemerdekaan tidak selalu harus dirayakan dengan kemewahan.

Lebih jauh, Neni berharap kegiatan ini dapat menjadi awal lahirnya tradisi perayaan kemerdekaan di SDN 1 Langere dan lingkungan sekitarnya.

Ia ingin semangat yang tumbuh tahun ini terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan dukungan seluruh masyarakat.

Ia juga berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga setiap tahun sekolah bisa terus mengadakan perlombaan 17 Agustus, anak-anak semakin percaya diri, berani tampil, menjunjung sportivitas, dan semakin mencintai bangsa serta negaranya.

“Kami juga berharap dukungan orang tua dan masyarakat terus terjalin agar kegiatan positif seperti ini bisa berkembang lebih baik lagi,” tuturnya.

Peringatan HUT RI ke-81 di SDN 1 Langere pun diharapkan menjadi awal tradisi baru yang terus berlanjut setiap tahun.

Sehingga anak-anak Langere tumbuh dengan pengalaman merayakan kemerdekaan yang penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan semangat cinta tanah air.

Laporan: Redaksi.