BUTON UTARA – Sibersultra.com

Seorang warga Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur), menyampaikan keluhannya terkait kondisi lingkungan yang kotor akibat sampah berserakan di sekitar area lapangan tenis, yang berlokasi tidak jauh dari rumah jabatan Bupati.

Kondisi tersebut menjadi sorotan publik setelah sebuah video diunggah melalui media sosial Facebook oleh Laode Abdul Muhsin, seorang konten kreator lokal yang dikenal luas di Buton Utara.

Video berdurasi 21 detik itu memperlihatkan dirinya sedang membersihkan sampah dengan sapu lidi sambil mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.

“Ini luar biasa, perilaku masyarakat ini sangat memalukan. Buang sampah di depan rumah jabatan bupati, bagaimana bisa? Aromanya sudah menyengat. Selangkah lagi masuk ke dalam rumah jabatan. Sampah ini mau diapakan?” ungkap Abdul Muhsin dalam video tersebut, Senin (9/6/2025).

Unggahan tersebut mendapat banyak respons dari warganet, dengan total 178 tanda suka, 46 komentar, dan hampir 9.000 tayangan. Beberapa pengguna Facebook turut menyampaikan pendapat mereka di kolom komentar.

Salah satunya, akun bernama Putri Etta, menulis: “Astaga, kami di Kadacua, khususnya di BTN Griya Membuku, punya tong sampah di depan rumah. Kami juga membayar iuran bulanan, dan setiap dua hari petugas datang mengangkut sampah. Kalau sampahnya bau, kami bungkus rapi agar petugas tidak terganggu.”

Fenomena ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area publik dan fasilitas umum yang berdekatan dengan pusat pemerintahan.

”MTQ

Saat dikonfirmasi oleh media ini, Laode Abdul Muhsin, yang akrab disapa Yasin Tajir dan dikenal memiliki puluhan ribu pengikut di media sosial, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Buton Utara belum memiliki solusi yang efektif untuk pengelolaan sampah.

“Masalahnya adalah tidak ada masyarakat yang bersedia jika tempat pembuangan sampah ditempatkan di dekat rumahnya. Itu yang membuat solusi sulit ditemukan,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar setiap rumah memiliki tempat sampah sendiri yang nantinya dapat diangkut oleh petugas kebersihan.

“tentu saja jika anggarannya tersedia,” tambah pengusaha sol sepatu Butur ini.

Abdul Muhsin menilai bahwa persoalan sampah di Buton Utara sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.

“Permasalahan ini bukan sepenuhnya kesalahan masyarakat. Pemerintah juga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah. Harus ada kerja sama antara masyarakat dan pemerintah untuk mencari solusi demi kebaikan bersama,” tegasnya.

Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan menangani persoalan ini dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook