KENDARI – Sibersultra.com

Sekretaris GMNI Kota Kendari, Ardyanto, menyampaikan apresiasi atas sikap terbuka dan bertanggung jawab yang ditunjukkan oleh anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat, terkait klarifikasi atas video yang sempat viral dan menuai kontroversi di masyarakat.

Video tersebut mencuat ke publik dan memicu perhatian dalam lima hari terakhir. Menanggapi hal itu, Fadhal akhirnya memberikan pernyataan resmi. Ia mengakui bahwa tindakannya menimbulkan persepsi negatif di tengah publik.

“Rapat saat itu sedang break. Saya akui ini adalah kelalaian saya, yang seharusnya bisa lebih bijak dan menjaga etika,” ujar Fadhal dalam pernyataan tertulisnya.

Fadhal menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi saat jeda rapat dan bukan dalam sesi resmi sidang DPRD.

Ia mengungkapkan bahwa dirinya tengah melakukan siaran langsung melalui akun media sosial pribadi sebagai bentuk penyampaian informasi kepada masyarakat. Ia pun berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Saya berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. Kesalahan ini harus saya akui. Terima kasih, kejadian ini menjadi pengingat agar saya lebih berhati-hati ke depan,” tambahnya.

Merespons hal itu, Sekretaris DPC GMNI Kendari, Ardyanto, memberikan dukungan terhadap langkah klarifikasi yang dilakukan Fadhal Rahmat.

”MTQ

“Mari kita dukung dan kawal komitmen Fadhal. Kami memahami bahwa peristiwa ini menyita perhatian publik, namun kami juga mengapresiasi langkah cepat Fadhal dalam menyampaikan permohonan maaf dan komitmen untuk menjunjung tinggi etika serta disiplin sebagai wakil rakyat,” ujar Ardyanto, Minggu (13/7/2025).

Ia menilai bahwa tindakan Fadhal mencerminkan sikap dewasa dalam berpolitik serta kesediaan untuk belajar dan memperbaiki diri demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Kami percaya kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, baik secara personal maupun kelembagaan, agar ruang-ruang demokrasi terus dihiasi dengan sikap profesional dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Ardyanto juga mengingatkan bahwa peristiwa ini harus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku jabatan publik tentang pentingnya menjaga marwah lembaga, etika publik, serta kepekaan terhadap ekspektasi masyarakat.

“Akhir kata, mari kita jadikan setiap kritik sebagai energi perbaikan, dan setiap kesalahan sebagai peluang untuk tumbuh lebih baik. Semoga seluruh anggota dewan senantiasa diberi kekuatan dan integritas dalam menjalankan amanah rakyat,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook