Wabup Rahman Ditunjuk Pimpin Tim Percepatan PAD, Pemkab Buton Utara Fokus Benahi Kebocoran Pendapatan
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Bupati Buton Utara (Butur), Afirudin Mathara, menunjuk langsung Wakil Bupati Rahman sebagai Ketua Tim Percepatan Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penunjukan tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi perdana Tahun 2026 yang digelar di Aula Setda Buton Utara, Senin (5/01/2026).
Menurut Bupati Afirudin, pembentukan dan penunjukan ketua Tim Percepatan Peningkatan PAD merupakan langkah konkret serta bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola potensi sumber daya yang ada.
“Seperti sektor pertanian, perikanan, pariwisata, perindustrian, perdagangan, serta sektor potensial lainnya yang menjadi sumber PAD,” ucap Bupati.
Bupati Afirudin berharap Wakil Bupati Rahman segera melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait agar kinerja tim dapat berjalan efektif dan terarah.
Menanggapi amanah tersebut, Wakil Bupati Rahman menyatakan akan menindaklanjuti tanggung jawab moral dan jabatan yang diberikan sebagai komitmen bersama dalam memajukan daerah, sejalan dengan slogan Pemerintah Kabupaten Buton Utara, “Buton Utara Berubah untuk Sejahtera.”
Sebagai langkah taktis, dalam rapat tersebut Wabup Rahman menekankan pentingnya kerja sama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya peningkatan PAD mulai Tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa soliditas seluruh OPD menjadi kunci, terutama di tengah kebijakan fiskal nasional yang menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dan optimal memanfaatkan potensi sumber daya lokal.
“Saya ditunjuk langsung sebagai Ketua Tim Percepatan Peningkatan PAD. Saya memahami ini karena mayoritas kepala OPD masih baru. Ke depan akan kita tindak lanjuti dengan rapat lanjutan,” jelasnya.
Ada beberapa poin penting, di antaranya kebutuhan regulasi, persetujuan bangunan gedung (PBG), pajak pengolahan sampah, serta optimalisasi sumber PAD dari pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan.
“Semua harus difungsikan, termasuk penyiapan petugas pemungut retribusi,” tegas Rahman.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama ini potensi PAD Buton Utara mengalami kebocoran yang cukup signifikan, khususnya dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan kelautan.
“Sudah 18 tahun Buton Utara menjadi daerah otonom baru. Potensi sumber daya alam kita sangat besar dan seharusnya menjadi penyumbang PAD terbesar. Namun selama ini hal tersebut belum mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Rahman mencontohkan, para pembeli dari luar daerah datang membeli ribuan ton hasil bumi seperti cengkeh, jambu mete, pala, rumput laut, serta hasil perikanan dan kelautan seperti ikan, teripang, udang, kepiting, rajungan, lobster, dan lainnya.
Namun, menurutnya, tidak satu rupiah pun masuk ke kas daerah.
“Ini kebocoran besar bagi kita. Mulai tahun ini, kita akan menata dan memanajemen semuanya. Kita tidak ingin hasil alam kita diambil begitu saja. Regulasi akan kita perbaiki dan penegasan akan kita lakukan,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook