BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Masyarakat Kabupaten Buton Utara (Butur), kembali mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali selama bulan suci Ramadhan.

Pemadaman tersebut terjadi tanpa waktu yang menentu, mulai pagi, siang, malam, hingga menjelang sahur.

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kulisusu Kendari (HIPMASUS-Kendari), Adit, turut menyoroti persoalan tersebut.

Ia menilai kondisi ini sangat memprihatinkan karena hingga kini belum ada penyelesaian yang konkret, meski telah terjadi beberapa kali pergantian kepemimpinan di daerah.

“Situasi Butur hari ini sangat memprihatinkan. Pemadaman listrik yang terjadi belum juga terselesaikan. Sudah beberapa kali pergantian kepemimpinan, namun ketika berbicara soal listrik, belum ada solusi nyata,” ujar Adit, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, Ramadan adalah bulan yang sangat dinantikan umat Muslim, termasuk masyarakat Buton Utara.

”MTQ

Namun ironisnya, bulan penuh berkah tersebut justru disambut dengan persoalan klasik yang seolah menjadi tradisi tahunan, yakni pemadaman listrik.

Adit menyayangkan kondisi tersebut karena semestinya Ramadan disambut dengan penuh semangat dan kegembiraan.

Ia menilai problem listrik yang terus berulang justru mengurangi kekhusyukan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Setiap bulan suci Ramadan, pemadaman listrik seakan menjadi tradisi di Butur. Ini tentu menjadi bagian dari tanggung jawab dan tupoksi Pemerintah Daerah Buton Utara (Pemda Butur) untuk segera menyelesaikan persoalan yang menimbulkan keresahan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara segera mengambil langkah konkret dan cepat guna mengatasi permasalahan tersebut.

Pasalnya, dampak pemadaman listrik tidak hanya mengganggu aktivitas ibadah, tetapi juga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Adit menegaskan, solusi cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar persoalan pemadaman listrik tidak lagi menjadi keresahan tahunan di tengah masyarakat Buton Utara, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

Laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook