Lorong Mata Air Bersinar di Bulan Ramadan, Kreativitas Pemuda Bangun Gapura Bambu Sepanjang 80 Meter
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Semangat menyambut Hari Raya Idulfitri terlihat dari kreativitas para pemuda di Lorong Mata Air, Kelurahan Bangkudu, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur).
Melalui inisiatif bersama, para pemuda setempat menghias lorong mereka dengan gapura bambu, lampu hias, dan obor yang menciptakan suasana indah serta meriah selama bulan suci Ramadan.
Jalan sepanjang kurang lebih 80 meter di lorong tersebut disulap menjadi lebih menarik dengan rangkaian bambu yang dibentuk menyerupai gapura.
Dekorasi tersebut kemudian dihiasi lampu warna-warni yang dipasang sepanjang lorong, sementara deretan obor di sisi jalan menambah nuansa hangat dan tradisional, terutama saat malam hari.
Pantauan warga, lorong yang biasanya tampak sederhana kini berubah menjadi salah satu titik yang paling menarik perhatian di lingkungan Kelurahan Bangkudu.
Cahaya lampu yang berpadu dengan nyala obor menghadirkan suasana Ramadan yang terasa lebih hidup, sekaligus menjadi simbol kebersamaan warga setempat.
Salah Seorang Pemuda Lorong Mata Air, Diki Zulkarnaim, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif pertama yang dilakukan oleh para pemuda di lorong tersebut.
“Ini pertama kalinya kami membuat dekorasi seperti ini. Tujuannya untuk menyemarakkan bulan Ramadan sekaligus menyambut Hari Raya Idulfitri agar suasana di lingkungan kami lebih meriah dan penuh kebersamaan,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Diki menjelaskan, proses pembuatan gapura dan pemasangan dekorasi tersebut dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda setempat sejak awal bulan Ramadan.
“Kami mulai mengerjakan gerbang ini sejak awal bulan Ramadan. Alhamdulillah, hari ini pengerjaannya sudah hampir rampung dan diperkirakan mencapai sekitar 100 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembuatan dilakukan dengan memanfaatkan bahan sederhana seperti bambu dan perlengkapan lampu yang dirakit secara kreatif oleh para pemuda.
Hal ini menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan, sesuatu yang sederhana pun dapat menjadi karya yang bernilai dan memberikan kebanggaan bagi lingkungan sekitar.
Menurut Diki, kegiatan ini bukan hanya sekedar menghias lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pemuda dan masyarakat di Lorong Mata Air.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, gotong royong, dan kekompakan di antara pemuda dan warga. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat hubungan sosial di lingkungan kami,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut, khususnya para ibu-ibu di lingkungan Lorong Mata Air yang turut memberikan semangat dan bantuan selama proses pembuatan dekorasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama ibu-ibu di kompleks yang sangat antusias dan mendukung kegiatan ini. Dukungan mereka menjadi penyemangat bagi kami para pemuda untuk terus berkreasi,” ucapnya.
Selain mempercantik lingkungan, hiasan gapura bambu dan obor tersebut kini juga menjadi spot menarik bagi warga yang melintas maupun masyarakat sekitar yang ingin mengabadikan momen kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
Suasana lorong yang dipenuhi cahaya lampu dan obor setiap malam pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati nuansa Ramadan yang hangat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan.
Laporan: Asman Ode




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook