SIBERSULTRA.com, Kendari – Isu terkait kerusakan Gerbang Jalan Wisata Kendari-Toronipa yang dibangun dengan anggaran APBD sebesar 32,8 miliar memang menarik perhatian publik dan media di Sulawesi Tenggara.

Gerbang yang seharusnya menjadi simbol infrastruktur wisata megah, kini justru rusak dengan beberapa bagian yang berlubang dan pecah, terutama karena bahan dasarnya menggunakan Glass Reinforced Concrete (GRC) Board, bukan beton.

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas dan ketahanan bahan yang digunakan, apalagi proyek ini memakan anggaran yang cukup besar.

Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sulawesi Tenggara (Gempa Sultra) melalui Ketua La Ode Safirudin menilai kondisi tersebut sebagai fenomena yang mencurigakan, mengingat bangunan itu sudah mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat.

Jelas hal ini adalah fenomena yang tragis dan mencurigakan, bagaimana mungkin gerbang megah yang dibangun dengan menghabiskan APBD sebesar 32,8 Miliar bisa rusak dengan waktu yang relatif singkat.

“Ternyata memang bahan dasar yang digunakan adalah papan semen dan bukan dari beton, Ucap Safirudin kepada awak media saat ditemui disalah satu Warkop di Kendari, Jumat (13/9/24).

Pemuda yang akrab disapa Rudi itu juga menambahkan, bahwa penilaian objektif dan komprehensif terhadap bobroknya pembangunan gerbang jalan Wisata Kendari-Toronipa wajib dilaksanakan oleh pihak yang berwenang.

Dia mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit anggaran dan uji kelayakan terhadap pembangunan tersebut, serta mengusut keterlibatan mantan Gubernur Sultra, Ali Mazi, yang menjabat selama 2019-2024, jika terdapat indikasi pelanggaran hukum.

”MTQ

“Pemerintah harus bertindak secepatnya, audit anggaran dan uji kelayakan mestinya menjadi hal yang penting untuk mengungkap secara tuntas fenomena ini. Jika terdapat indikasi pelanggaran hukum, maka hal demikian tidak akan terlepas dari keterlibatan Eks Gubernur Sulawesi Tenggara 2019-2024, Ali Mazi,” tambahnya.

Ditempat yang berbeda Andi, seorang aktivis mahasiswa UHO, juga mengungkapkan pandangan serupa, menyebutkan bahwa proyek ini mengesampingkan prioritas penting lain seperti pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur di wilayah Sultra.

Andi mengaku, sepakat dengan Rudi, Pemerintah harus mengusut tuntas persoalan ini. Sebab Pembangunan gerbang jembatan soropia menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit. Dan ini merupakan proyek yang diinisiasi oleh Ali Mazi dengan mengesampingkan program prioritas lainnya.

“Seperti penanggulangan angka kemiskinan yang melonjak kala itu, pembangunan jalan raya lintas kabupaten yang ada di wilayah Sultra, serta peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM,” Ucap Andi saat dihubungi Via WhatsApp.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pemeriksaan tidak hanya perlu dilakukan terhadap pejabat pemerintahan, tetapi juga kontraktor, PT. Karya Inti Bumi Konstruksi, yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek ini.

Desakan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut terlibat dalam mengawal kasus ini juga semakin menguat, mengingat potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari proyek ini.

“KPK RI sudah semestinya terlibat dalam mengawal persoalan ini,” Tegasnya.

Di sisi lain, Inspektorat Sultra yang telah diperintahkan oleh Penjabat Gubernur diharapkan segera memberikan hasil audit dan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta sebenarnya.

“Kita tunggu saja hasil kinerja dari Inspektorat, yang memang sebelumnya sudah diperintahkan oleh Pj. Gubernur Sultra untuk meneliti dan mengaudit pembangunan gerbang tersebut,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook