BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Bupati Buton Utara (Butur) Afirudin Mathara bersama Wakil Bupati Rahman menghadiri pesta panen Wawonota’u di Kelurahan Bonegunu, Kecamatan Bonegunu, Kamis (26/9/2025). Kehadiran keduanya disambut meriah masyarakat Kioko Raya dengan tarian adat.

Turut hadir Dandim 1429/Butur Letkol Arm Novan Andriansyah, Kapolres Butur AKBP Totok Budi S, anggota DPRD Fraksi Gerindra Samsul Wiridin, Kepala BKPSDM Butur Alimin, Camat Bonegunu Junaidin, Lurah Bonegunu Ubar, para kepala desa se-Kecamatan Bonegunu dan Kambowa, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Wawonota’u digelar menjelang pembukaan lahan baru atau Pahika. Alat pertanian “diberi makan” sebagai tanda dimulainya proses tersebut.

Acara inti berupa ritual pelepasan empat ekor ayam dengan empat warna, melambangkan penjuru mata angin: barat, timur, utara, dan selatan.

Masyarakat meyakini hasil pertarungan ayam menjadi isyarat untuk menghadapi tantangan ke depan.

Misalnya, bila ayam timur kalah, warga diminta lebih waspada terhadap kemungkinan musibah, seperti penyakit atau bencana lainnya.

Dengan tema “Kita tingkatkan produktivitas pertanian, pererat silaturahmi, dan lestarikan budaya leluhur masyarakat Kioko, demi terwujudnya pembangunan yang maju, aman, dan sejahtera”, acara ini diramaikan berbagai tarian.

”MTQ

Tari Maumere oleh anak-anak PAUD binaan Ibu Isra, Tari Zapin Melayu oleh siswa SMPN 1 Bonegunu arahan Ibu Murjanah serta Tari Ngibi khas Butur oleh siswa SMKN 6 Bonegunu di bawah garapan Laode Abirudin.

Dalam sambutannya, Bupati Afirudin menegaskan bahwa pesta panen adalah wujud syukur atas rezeki dari kebun, laut, dan sungai.

“Wawonota’u adalah momentum memperkuat komunikasi pemerintah dan masyarakat sekaligus mengingatkan kita agar menjaga harmoni dengan alam. Mari rawat laut kita, jangan dibom. Mari jaga hutan kita, jangan ditebang sembarangan,” tegasnya.

Bupati juga menyinggung komoditas unggulan Bonegunu, yakni Nilam. Menurutnya, fluktuasi harga masih menjadi masalah nasional karena investor besar justru berasal dari Singapura.

Untuk itu, Pemkab Butur tengah menyiapkan pembentukan Perusahaan Umum Daerah (Perusda) agar harga Nilam dapat lebih terkendali.

Selain itu, Afirudin memaparkan capaian pembangunan infrastruktur. Tahun 2025, Butur mendapat alokasi pengaspalan jalan provinsi sepanjang 16 km dengan anggaran Rp47 miliar.

Tahun 2026 ditargetkan tambahan 18,5 km dengan anggaran Rp54 miliar.

“Semua ini berkat kerja sama pemerintah daerah dan doa masyarakat Butur. Mari kita doakan agar pemerintahan ini terus berjalan baik demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Bupati yang juga Ketua Gerindra Butur itu mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Kioko Raya. Ia berpesan agar tradisi ramah tamah terus dijaga.

“Mari kita sambut tamu dengan santun, hidangkan dengan ikhlas, dan jaga persaudaraan kita,” pesannya.

Sementara itu, Lurah Bonegunu Ubar menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah, termasuk bantuan Rp250 juta untuk pembangunan rumah ibadah serta rencana rehabilitasi kantor kelurahan.

“Pesta panen ini bukan sekedar tradisi, tapi juga cara melestarikan budaya leluhur sekaligus mempererat silaturahmi,” tutupnya.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook