KOLAKA – SIBERSULTRA.com

Beredarnya konten di TikTok yang menyeret nama Kodim 1412 Kolaka menuai respons tegas dari Pimpinan Redaksi Tribun 7 Walih. Ia memastikan bahwa konten tersebut bukan produk jurnalistik dari medianya.

“Konten itu bukan dari kami. Link TikTok tersebut juga bukan akun resmi Tribun 7 Walih,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/4/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada wartawan Tribun 7 Walih yang terdaftar sebagai biro di wilayah Kolaka.

Karena itu, segala bentuk informasi yang mengatasnamakan media tersebut patut diragukan kebenarannya.

“Jika ada yang mengatasnamakan Tribun 7 Walih, sudah dipastikan itu tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya menyatakan tidak akan tinggal diam jika ditemukan pihak yang mencatut nama media untuk kepentingan tertentu. Langkah hukum pun siap ditempuh.

“Jika terbukti ada yang mengatasnamakan Tribun 7 Walih, kami akan menempuh jalur hukum. Tidak ada toleransi terhadap pencemaran nama baik media,” katanya.

”MTQ

Sementara itu, identitas pemilik akun TikTok yang menyebarkan konten tersebut hingga kini belum diketahui. Konten yang beredar dinilai berpotensi mencemarkan nama baik institusi Kodim 1412 Kolaka.

Pasi Intel Kodim 1412 Kolaka yang turut dikonfirmasi berharap pemilik akun memiliki itikad baik untuk memberikan klarifikasi secara langsung.

“Kami berharap pemilik akun dapat datang ke Kodim untuk melakukan konfirmasi atau klarifikasi, agar persoalan ini menjadi jelas dan tidak menimbulkan fitnah,” ujarnya.

Pimpinan Tribun 7 Walih juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

Ia menekankan bahwa produk jurnalistik resmi selalu melalui proses redaksi yang ketat, termasuk konfirmasi dan prinsip cover both sides sesuai Kode Etik Jurnalistik.

“Kanal resmi Tribun 7 Walih hanya yang tertera di situs resmi kami. Di luar itu, kami tidak bertanggung jawab,” tutupnya.

Kodim 1412 Kolaka sendiri menyatakan terbuka terhadap klarifikasi dari pihak mana pun guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Laporan: Herawan.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook