KONAWE SELATAN – SIBERSULTRA.com

Mahasiswa Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) yang tergabung dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menggelar Seminar dan Pelatihan Guru di SD Negeri 02 Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Menghidupkan Kembali Warisan Tolaki Melalui Sanggar Anak Desa sebagai Pilar Pelestarian Budaya” ini merupakan wujud komitmen mahasiswa dalam memperkuat peran pendidikan dasar sebagai wadah pelestarian budaya lokal, khususnya budaya Tolaki.

Acara tersebut dihadiri oleh dosen pendamping, para guru SD Negeri 2 Konda, Kepala Desa Konda dan Kepala Desa Pousu Jaya, tokoh masyarakat, pelajar setempat, serta sejumlah tokoh adat dan budaya Kabupaten Konawe Selatan. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Basrin Melamba, Sekretaris Umum Lembaga Adat Tolaki, dan Arini Wahyu Sadalwati, praktisi seni sekaligus pelatih dari Sanggar Studio 28 Kendari.

Selain itu, turut hadir Ketua Umum Banderano Tolaki, Sekretaris Lembaga Adat Tolaki, serta para pemerhati budaya yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa Unsultra dalam melestarikan nilai-nilai luhur kebudayaan Tolaki melalui jalur pendidikan.

Dosen Pendamping PPK Ormawa HMPS PGSD Unsultra, Chairan Zibar L. Parisu menyampaikan Melalui seminar dan pelatihan ini, ingin memberikan wawasan dan keterampilan kepada para guru agar mampu mengintegrasikan unsur budaya Tolaki ke dalam proses pembelajaran.

“Sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini,” ujarnya.

”MTQ

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber memaparkan materi seputar sejarah dan filosofi tari tradisional Tolaki, serta teknik dasar pelatihannya.

Para guru peserta juga diajak mempraktikkan langsung beberapa gerakan dasar tari tradisional dengan bimbingan narasumber.

Kepala Desa Konda, Agusalim, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas kegiatan mahasiswa Unsultra tersebut.

Ia menilai program ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat karakter anak-anak desa melalui pendidikan budaya.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Anak-anak perlu dikenalkan pada budaya daerahnya sejak dini. Harapan kami, program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi desa-desa lainnya,”tutur Kepala Desa Konda.

Para guru peserta juga mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, khususnya mengenai cara mengajarkan budaya lokal dengan cara yang menarik dan relevan bagi siswa sekolah dasar.

“Pelatihan ini membuka wawasan kami sebagai guru untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari pembelajaran yang hidup dan bermakna,” ungkap salah satu guru peserta.

Kegiatan seminar dan pelatihan guru ini merupakan bagian dari program unggulan Sanggar Tari Anak Desa yang dijalankan oleh PPK Ormawa HMPS PGSD Unsultra.

Program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pelaku seni dalam upaya melestarikan budaya Tolaki di tengah perkembangan zaman.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi berkelanjutan antara kampus, sekolah, dan masyarakat desa dalam menjaga serta menghidupkan kembali warisan budaya Tolaki,”tutup perwakilan PPK Ormawa HMPS PGSD Unsultra.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook