Soroti Kerusakan Fasilitas Pelabuhan Waode Buri, HIPPEMASURA Ancam Gelar Aksi Demonstrasi
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Kondisi infrastruktur Pelabuhan Waode Buri di Desa Lelamo, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara (Butur), kini menjadi sorotan tajam.
Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kulisusu Utara (HIPPEMASURA) menilai pelabuhan strategis tersebut tidak didukung oleh fasilitas umum yang memadai bagi kenyamanan penumpang.
Sebagai gerbang utama mobilisasi laut rute Kendari – Waode Buri – Wanci, pelabuhan ini merupakan urat nadi transportasi penumpang maupun logistik, mulai dari kebutuhan pokok hingga barang elektronik.
Namun, peran vital tersebut dinilai tidak sejalan dengan perhatian Pemerintah Daerah (Pemda).
Ketua Umum HIPPEMASURA, Nirfal, mengungkapkan keprihatinannya atas minimnya upaya perbaikan dan pengadaan fasilitas dasar di area pelabuhan.
Menurutnya, kebutuhan mendesak seperti ketersediaan listrik, air bersih, hingga jaringan internet belum terealisasi hingga saat ini.
Ia pun mempertanyakan transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui biaya retribusi yang dipungut dari masyarakat setiap kali kapal beroperasi.
“Masyarakat selalu taat membayar retribusi setiap kali masuk ke pelabuhan. Secara konstitusional, tujuan utama retribusi adalah untuk membiayai penyediaan, perawatan, serta peningkatan sarana dan prasarana. Namun realitasnya, sarana penunjang di pelabuhan ini sudah lama terbengkalai,” tegas Nirfal.
Nirfal menambahkan, klaim Dinas Perhubungan Buton Utara yang menjadikan peningkatan kapasitas pelabuhan sebagai agenda strategis akan menjadi “macan kertas” jika tidak ada tindakan nyata di lapangan.
“Jika Pemerintah Daerah melalui Bapak Bupati dan Kepala Dinas Perhubungan tidak segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas demi kenyamanan penumpang, maka rencana pengembangan itu hanya sebatas wacana,” lanjutnya.
Menyikapi kebuntuan tersebut, HIPPEMASURA secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Buton Utara untuk segera merespons keluhan warga. Nirfal memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika aspirasi ini diabaikan.
“Apabila tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat, kami dari HIPPEMASURA akan turun ke jalan. Kami akan melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut pertanggungjawaban langsung dari pihak-pihak terkait,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Buton Utara belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang dilayangkan oleh elemen mahasiswa tersebut.
Laporan: Redaksi




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook