BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Sinergitas antara penyuluh agama dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Utara (Butur) terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pembinaan majelis ta’lim di tengah masyarakat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pelatihan penggunaan Aplikasi SIMPENAIS yang digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Utara.

Kegiatan ini diikuti oleh para penyuluh agama Islam yang berperan sebagai ujung tombak pembinaan keagamaan di masyarakat, serta operator SIMPENAIS organisasi kemasyarakatan (Ormas) di masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA).

Diketahui, SIMPENAIS merupakan Sistem Informasi Manajemen Penerangan Agama Islam, sebuah platform digital yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data dan aktivitas penerangan agama Islam.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman teknis terkait penggunaan aplikasi, mulai dari penginputan data hingga pelaporan kegiatan penyuluhan secara digital dan terintegrasi.

Kepala Kantor Kemenag Butur, La Diri, dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalitas penyuluh agama di era digital.

“Penyuluh agama memiliki peran penting dalam membina umat. Dengan adanya Aplikasi SIMPENAIS, diharapkan seluruh aktivitas penyuluhan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan,” ujarnya.

”MTQ

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi diharapkan mampu mendorong efektivitas pembinaan majelis ta’lim yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan, mulai dari pengenalan fitur hingga praktik langsung penggunaan aplikasi.

Kegiatan ini juga menjadi ruang memperkuat koordinasi dan komunikasi antara penyuluh agama dengan jajaran Kementerian Agama.

Melalui sinergitas yang terus dibangun, pembinaan majelis ta’lim di Kabupaten Buton Utara diharapkan semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran agama di tengah masyarakat.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook