Kaos “Benteng Lipu” Angkat Identitas Budaya Buton Utara
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Semangat memperkenalkan sejarah dan identitas budaya daerah terus digaungkan melalui berbagai kreativitas lokal.
Salah satunya hadir lewat desain kaos bertema “Benteng Lipu” yang menampilkan ikon bersejarah Kabupaten Buton Utara (Butur).
Kaos berwarna putih tersebut memuat gambar dan tulisan “Mata Morawu Kulisusu Lipu Tinadeakono Sara” serta “Benteng Lipu Kabupaten Buton Utara”, yang menjadi simbol kekuatan sejarah, budaya, dan jati diri masyarakat Kulisusu.
Dalam foto yang beredar, tampak seorang pria mengenakan kaos tersebut sambil memperlihatkan desain depan dan belakang kepada publik.
Desain itu menampilkan panorama Benteng Lipu dengan nuansa modern namun tetap mempertahankan nilai historis daerah.
Kehadiran produk kreatif ini dinilai menjadi salah satu langkah positif dalam mempromosikan potensi wisata sejarah Buton Utara kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Benteng Lipu sendiri dikenal sebagai salah satu situs bersejarah di wilayah Kulisusu yang memiliki nilai budaya tinggi dan menjadi bagian penting dari perjalanan peradaban masyarakat Buton Utara sejak masa lampau.
Selain menjadi media promosi wisata dan budaya, desain kaos tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan leluhur daerah.
Dengan sentuhan visual yang menarik dan identitas lokal yang kuat, kaos “Benteng Lipu” menjadi bukti bahwa budaya daerah dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan nilai sejarahnya.
Adapun pencetus ide pembuatan kaos tersebut adalah salah satu masyarakat Buton Utara, Muhamad Sakti Jaya. Ia mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul saat dirinya berdiskusi bersama salah satu tokoh adat Butur, Laode Herman Iskandar, di Warkop Cendana.
“Awalnya saya berdiskusi bersama bapak Laode Herman Iskandar terkait adat-adat Kulisusu. Dari situ muncul di benak saya, selama ini kita sering melihat daerah lain memiliki ciri khas sendiri yang diperkenalkan lewat desain pakaian atau atribut budaya,” ungkap Muhamad Sakti Jaya.
Ia mengatakan, dari hasil diskusi tersebut dirinya kemudian meminta izin kepada tokoh adat Kecamatan Kulisusu untuk membuat desain kaos yang melambangkan identitas adat Lipu Tinadoekono Sara.
“Jadi saya ingin membuat sesuatu yang bisa menjadi simbol adat dan budaya Kulisusu. Di bagian depan kaos menggambarkan kerang Mata Morawu, sedangkan bagian belakang menampilkan Benteng Kulisusu,” jelasnya.
Menurutnya, ide tersebut lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah agar semakin dikenal luas, khususnya di kalangan generasi muda.
“Tujuan utama dari desain kaos ini agar adat Kulisusu semakin dikenal masyarakat luas melalui media kreatif seperti pakaian,” tambahnya.
Kehadiran kaos bertema budaya lokal ini pun mendapat perhatian positif karena dinilai mampu mengangkat nilai sejarah dan identitas daerah dengan tampilan modern tanpa menghilangkan makna adat yang terkandung di dalamnya.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook