Kisah Mahasiswa Butur: Bayar Kuliah Lewat Perantara, Slip Tak Pernah Diberi
KENDARI – Sibersultra.com
Seorang mahasiswa asal Kabupaten Buton Utara (Butur), Laode Raden Alfa, mengaku menjadi korban dugaan penipuan dalam proses masuk dan pembayaran kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Kendari.
Ia meminta seorang pria berinisial S bertanggung jawab dan segera menyelesaikan persoalan yang telah berlarut sejak 2020.
Dalam keterangannya kepada media, Raden menjelaskan bahwa ia mulai kuliah pada tahun 2020, bertepatan dengan pandemi Covid-19.
Dia masuk ke kampus tersebut melalui perantara S, yang dikenalkan oleh seseorang bernama Itran Nasution.
Sejak semester pertama hingga kelima, Raden mengaku telah melakukan pembayaran biaya kuliah secara tunai kepada S, dengan total sekitar Rp14 juta.
“Awalnya saya bayar Rp3.850.000, kemudian menyusul pembayaran untuk semester-semester berikutnya. Semuanya saya bayar langsung ke rumah Pak S. Ada saksi juga, namanya Nurfitri, yang mendampingi saya waktu itu,” ungkap Raden kepada media ini, Selasa (17/6/2025).
Namun, sejak awal pembayaran, ia tidak pernah menerima slip atau bukti resmi dari pihak kampus. Ia mengklaim bahwa S selalu berjanji akan memberikan slip pembayaran, namun janji itu tak pernah ditepati hingga kini.
“Setiap saya minta slip, jawabannya selalu nanti, nanti, dan nanti. Tahun lalu katanya mau diurus, tapi sampai sekarang belum juga. Saya sudah sering ke rumahnya, tapi beliau tidak pernah mau menemui saya. Hanya istrinya yang keluar, bilang suaminya capek, dan minta datang besok. Tapi besoknya pun tetap tidak bertemu,” keluhnya.
Karena tidak adanya bukti pembayaran, Raden kini dalam posisi tertekan. Pihak kampus mulai mendesak, dan bila tidak dapat menunjukkan slip pembayaran, ia terancam tidak bisa mengikuti ujian. Bahkan, pembayaran yang sudah ia lakukan bisa dianggap tunggakan.
“Orang tua saya sampai menangis karena uang yang kami keluarkan tidak sedikit. Kalau tidak bisa dibuktikan dengan slip, saya bisa disuruh bayar ulang hampir Rp20 juta. Saya minta kepada S, kalau tidak bisa selesaikan, tolong kembalikan saja uang saya, S adalah Warga Kecamatan Kulisusu Barat, Butur,” tegas Raden.
Ia berharap masalah ini segera diselesaikan secara baik-baik. Namun jika tidak ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan, Raden menyatakan akan menempuh jalur hukum.
“Saya sudah cukup bersabar. Tapi kalau tidak ada niat baik untuk menyelesaikan, saya siap ambil langkah hukum, S bekerja sebagai Dosen,” tutupnya.
Pihak yang disebutkan dalam berita ini, S telah dihubungi untuk dimintai klarifikasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook