KENDARI – SiberSultra.com

Ketua Umum Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kulisusu Utara (HIPPEMASURA), Kemal Fikri Haikal, menyoroti belum difungsikannya Asrama Mahasiswa Buton Utara di Kota Kendari.

Padahal, bangunan dua lantai tersebut telah diresmikan sejak 2 Februari 2025 oleh Bupati Buton Utara kala itu, Ridwan Zakariah.

“Asrama sudah diresmikan, tapi belum juga digunakan. Ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan mahasiswa daerah,” tegas Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima SiberSultra, Minggu (13/7/2025).

Asrama yang berlokasi di Lorong Tekukur, Jalan Abdul Rauf Tarimana, Blok C1, Kelurahan Kambu, Kendari, ini dibangun khusus untuk mahasiswi asal Buton Utara.

Bangunan tersebut memiliki 20 kamar berukuran 5×4 meter, lengkap dengan balkon dan dapur bersama. Namun hingga kini, gedung tersebut belum bisa dihuni karena masih terkendala urusan administrasi dan minimnya fasilitas dasar.

Fikri menyebut, pemerintah daerah seharusnya menyelesaikan akta hibah sebagai dasar pencatatan aset oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Buton Utara.

Setelah itu, barulah pengadaan fasilitas seperti tempat tidur, perlengkapan dapur, dan kebutuhan dasar lainnya bisa dianggarkan agar asrama dapat segera difungsikan.

”MTQ

“Kami meminta Pemda Buton Utara segera mengambil langkah konkret. Ini menyangkut hak mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan daerah,” tegasnya.

Selain itu, HIPPEMASURA juga menuntut transparansi dalam mekanisme pengelolaan asrama.

Mereka mendorong agar organisasi kemahasiswaan turut dilibatkan dalam proses pengawasan dan manajemen asrama agar kebijakan benar-benar berpihak pada kebutuhan mahasiswa.

HIPPEMASURA menuntu kepada Pemkab Buton Utara untuk Menyelesaikan persoalan akta hibah secepatnya, Melengkapi fasilitas penunjang asrama agar layak ditempati.

Kemudian, Memfungsikan asrama mahasiswa dalam waktu dekat dan Menyediakan transparansi pengelolaan asrama, Serta Melibatkan organisasi kemahasiswaan dalam pengelolaan.

Fikri mengingatkan bahwa mahasiswa bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga subjek perubahan.

“Suara kami adalah suara keadilan, suara daerah, dan suara masa depan,” tandasnya.

Diketahui, pembangunan asrama ini merupakan bagian dari program strategis Pemkab Buton Utara dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Saat peresmian, Bupati Ridwan Zakariah bahkan menyebut pembangunan asrama ini sebagai “investasi luar biasa” bagi pendidikan putra-putri daerah.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa asrama tersebut belum memiliki kejelasan fungsi dan belum menjadi prioritas untuk segera dioperasikan.

“Sudah saatnya pemerintah daerah yang baru bertindak cepat dan konkret. Jangan biarkan gedung ini hanya jadi simbol tanpa fungsi. Mahasiswa Buton Utara masih berjuang mencari tempat tinggal yang layak dan terjangkau di Kota Kendari,” tutup Fikri.

Laporan: Redaksi.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook