APBD Sempit, Kadis Dituntut Inovatif: Genjot PAD dan Jemput Dana Pusat
BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, beban cicilan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, para kepala dinas (Kadis) di era pemerintahan Afirudin–Rahman dituntut bekerja lebih progresif.
Masyarakat berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak sekedar menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata untuk memperkuat keuangan daerah.
Kondisi APBD yang sempit tidak boleh menjadi alasan stagnasi pembangunan. Justru dalam situasi ini, kapasitas, kreativitas, dan keberanian para kadis diuji untuk mencari terobosan baru.
Setiap OPD didorong mengoptimalkan potensi sektor masing-masing guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mulai dari perikanan, perdagangan, pasar, retribusi jasa, pengelolaan aset, hingga pariwisata dan layanan publik.
Tanpa upaya serius mendorong PAD, ketergantungan pada dana transfer pusat akan terus berlanjut dan mempersempit ruang pembangunan daerah.
Karena itu, para kadis harus keluar dari pola kerja lama yang pasif menunggu anggaran tersedia lalu menjalankan program seadanya. Dibutuhkan pendekatan yang lebih aktif, inovatif, dan berorientasi hasil.
Selain peningkatan PAD, langkah strategis lainnya adalah mengoptimalkan perolehan dana pusat, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK).
Buton Utara memiliki banyak kebutuhan prioritas, seperti pembangunan jalan, irigasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, kawasan pesisir, hingga perumahan layak huni.
Semua itu menuntut OPD yang proaktif membangun komunikasi dengan kementerian, serta mampu menyusun proposal program yang kuat, terukur, dan tepat sasaran.
Para kadis juga diharapkan lebih intens menjalin koordinasi ke pemerintah pusat, membuka akses ke kementerian teknis, dan memastikan setiap peluang anggaran dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Jangan sampai peluang mendapatkan DAK terlewat hanya karena lemahnya perencanaan atau minimnya inisiatif.
Kepemimpinan Afirudin–Rahman membutuhkan tim yang solid, inovatif, dan siap bekerja lebih keras.
Di tengah keterbatasan fiskal, keberhasilan meningkatkan PAD dan mendatangkan dana pusat menjadi tolok ukur nyata kinerja OPD.
Masyarakat kini menunggu hasil, bukan sekedar laporan. Saatnya para kadis membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menghadirkan kemajuan bagi Buton Utara.
Laporan: Redaksi.




Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook