BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai melaksanakan tahapan penting dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan pelatihan bagi calon Petugas Cacah Lapangan (PCL) dan Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Mulia, Kecamatan Kulisusu, dimulai pada 2–13 Juni 2026 ini dibagi dalam tiga gelombang sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk menyukseskan pelaksanaan SE2026 di Kabupaten Buton Utara.

Foto Bersama

Ketua Panitia SE2026, Hamas Fautaqi Billah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman menyeluruh mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) SE2026.

Penggunaan aplikasi berbasis digital seperti Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dan Fasih Mobile, serta metodologi dan konsep dasar sensus ekonomi.

“Output yang diharapkan dari pelatihan ini adalah tersedianya petugas lapangan yang terlatih dan siap menjalankan tugas pendataan secara profesional di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, metode pembelajaran yang diterapkan terdiri atas pembelajaran mandiri secara daring dan pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran mandiri telah dilaksanakan pada 29–31 Mei 2026. Sementara pembelajaran tatap muka berlangsung selama empat hari kalender atau tiga hari efektif untuk masing-masing gelombang, yaitu 2–5 Juni untuk Gelombang I, 6–9 Juni untuk Gelombang II, dan 10–13 Juni untuk Gelombang III,” jelasnya.

”MTQ

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Buton Utara, Suharjufito Endo, mengungkapkan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan merupakan mitra statistik yang telah melalui proses seleksi dari sejumlah pendaftar yang tergabung dalam Sistem Sobat Mitra BPS.

Menurutnya, sebanyak 84 orang telah dipilih untuk terlibat dalam pelaksanaan SE2026 di Buton Utara, yang terdiri atas mitra senior maupun mitra baru.

“Peserta yang hadir hari ini adalah mitra terpilih dari sekian banyak calon mitra yang mendaftar. Karena itu, kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh agar dapat mewujudkan sensus yang terbaik dan tersukses,” tegas Suharjufito.

Ia juga menekankan pentingnya keaktifan peserta selama pelatihan, kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, kemampuan mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi, serta membangun komunikasi yang baik dengan responden.

“Petugas BPS harus memiliki komitmen dan integritas yang tinggi, responsif karena jadwal kegiatan sangat padat, profesional, amanah, saling mendukung satu sama lain, serta patuh terhadap SOP yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Suharjufito menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Pendataan terakhir dilakukan pada tahun 2016.

Sehingga kondisi ekonomi yang akan dipotret pada SE2026 tentu mengalami banyak perubahan, terutama dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat.

Menurutnya, SE2026 akan mencakup pendataan seluruh sektor ekonomi, termasuk sektor pertanian dan berbagai aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

“Kunci keberhasilan SE2026 berada di tangan petugas lapangan yang akan melakukan pendataan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Visi SE2026 adalah menyediakan data dasar ekonomi yang akurat, terpercaya, dan komprehensif sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan awak media, kegiatan pelatihan juga mendapat pengamanan dari pihak kepolisian guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Untuk Gelombang I, pelatihan diikuti oleh 28 peserta, terdiri dari 4 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 24 Petugas Cacah Lapangan (PCL).

Penulis: Riat Sarnu.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook