BUTON UTARA – SIBERSULTRA.com

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi personel kepolisian dan masyarakat umum, Kapolres Buton Utara (Butur), AKBP Totok Budi S secara resmi meresmikan Poliklinik Pratama Polres Butur.

Peresmian tersebut berlangsung di Markas Komando (Mako) Polres Butur, pada Senin (15/12/2025).

Hadirnya Poliklinik Pratama Polres Butur mengemban misi menyelenggarakan pelayanan kesehatan kepolisian yang profesional, guna meningkatkan derajat kesehatan personel Polri, keluarga, serta masyarakat.

Selain itu, poliklinik ini juga mendukung pelaksanaan kedokteran kepolisian (Dokpol) dalam menunjang tugas pokok Polri, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta fasilitas kesehatan secara berkelanjutan.

Kegiatan peresmian turut dihadiri Bupati Buton Utara Afirudin Mathara, Dandim 1429 Butur Letkol Arm Novan Andriansyah, Ketua DPRD Butur Hj. Hasrianti Ali, Ketua Bhayangkari Polres Butur Ny. Ruli Totok Budi, para pejabat utama (PJU) Polres Butur, Kepala Dinas Kesehatan Butur dr. Irzanuddin, Kepala BPJS Butur, Direktur RSUD Butur dr. Fortanita, serta Kepala Puskesmas Kulisusu Irmawati.

Peresmian diawali dengan pemotongan pita oleh Kapolres Butur yang didampingi Bupati Butur dan para tamu undangan.

Selanjutnya, Kapolres bersama rombongan meninjau langsung fasilitas yang tersedia di dalam poliklinik, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.

”MTQ

Dalam sambutannya, AKBP Totok Budi mengungkapkan bahwa pembangunan Poliklinik Pratama ini berawal dari keterbatasan anggaran.

Saat serah terima jabatan pada April lalu, anggaran pembangunan klinik baru dicairkan sebesar 50 persen, sehingga pembangunan saat itu baru sebatas fondasi.

“Dengan kondisi anggaran tersebut, pembangunan klinik ini sebenarnya cukup mustahil untuk dilanjutkan. Namun alhamdulillah, kami mendapat bantuan dana hibah dari Pemerintah Daerah Buton Utara sebesar Rp200 juta. Berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan pihak kontraktor, dengan dana seadanya Poliklinik ini akhirnya dapat terbangun,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan bahwa Poliklinik Pratama Polres Butur terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya melayani personel Polri. Poliklinik ini juga telah melayani pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Bagi masyarakat yang menggunakan BPJS, tentu tetap dilayani dan digratiskan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga dokter. Saat ini, Poliklinik Pratama Polres Butur baru memiliki satu orang dokter.

“Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Kepala RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan Butur agar, bila memungkinkan, ada dokter yang dapat dimagangkan di poliklinik ini untuk membantu atau membackup dokter yang sudah ada,” harapnya.

Saat ini, total tenaga kesehatan dan pendukung yang bertugas di Poliklinik Pratama Polres Butur berjumlah enam orang, terdiri dari satu dokter, satu apoteker, dua perawat, dua tenaga pendukung, serta satu sopir ambulans.

Selain itu, Polres Butur juga mendapatkan bantuan satu unit mobil ambulans dari Polda Sulawesi Tenggara yang siap memberikan pelayanan maksimal.

“Insyaallah, jika menemukan pasien di jalan, masih bisa kita tangani hingga tiba di klinik,” katanya.

Meski fasilitas klinik belum sepenuhnya lengkap, Poliklinik Pratama Polres Butur telah mampu melakukan penanganan medis tingkat pertama.

Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan dirujuk ke RSUD Butur atau Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

“Yang jelas, pelayanan akan tetap kami maksimalkan, termasuk pelayanan jemput bola,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan poliklinik ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari mitra layanan kesehatan, BPJS, puskesmas, hingga rumah sakit rujukan.

“Semoga dengan adanya poliklinik ini, pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar dapat semakin optimal, baik untuk kondisi darurat maupun pemeriksaan kesehatan rutin,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Buton Utara Afirudin Mathara dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian Poliklinik Pratama Polres Butur merupakan momentum penting.

Bukan sekedar pembangunan fasilitas fisik, melainkan wujud nyata komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, kesehatan merupakan modal dasar dalam pembangunan daerah. Tanpa masyarakat yang sehat, roda pembangunan tidak akan berjalan optimal.

“Masalah kesehatan adalah modal dasar kita untuk memajukan dan membangun daerah ini. Geliat pembangunan tidak akan bisa bergerak jika masyarakatnya sakit,” ujar Bupati.

Ia berharap keberadaan Poliklinik Pratama Polres Butur dapat menjadi alternatif layanan kesehatan baru bagi masyarakat, tidak hanya bagi personel Polres Butur.

“Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya,” harapnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres Butur atas dedikasi dan berbagai terobosan yang telah dilakukan selama bertugas di Buton Utara.

“Terima kasih kepada Kapolres Butur atas dedikasi dan langkah-langkah luar biasa yang telah dilakukan. Apa yang kita lihat hari ini adalah bukti nyata komitmen tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan serta seluruh pihak penyedia yang telah berkontribusi dalam pembangunan poliklinik ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah bagi kita semua. Saya berharap fasilitas ini dapat dijaga kebersihan serta kualitas pelayanannya demi kepentingan masyarakat,” tutup Bupati.

Laporan: Asman Ode.

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook