Manfaatkan Hasil Laut, FKM UHO Bersama PD AsNI Ajak Warga Pesisir Cegah Anemia dan Stunting Lewat Marine Nutri
KENDARI – Sibersultra.com
Potensi hasil laut yang melimpah di wilayah pesisir ternyata bisa jadi senjata ampuh untuk melawan anemia dan stunting.
Inilah yang coba dibuktikan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Pengurus Daerah Asosiasi Nutrisionis Indonesia (PD AsNI) Sulawesi Tenggara melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Tondonggeu, Kota Kendari, Jumat (17/7/2026).
Lewat program bertajuk Marine Nutri, tim pengabdian menggelar pemeriksaan kesehatan, edukasi gizi, hingga pelatihan mengolah pangan lokal berbasis hasil laut yang menyasar wanita usia subur (WUS).
Program ini lahir dari kondisi masyarakat pesisir yang memiliki sumber daya laut melimpah, namun masih menghadapi persoalan gizi, khususnya pada ibu dan anak.
Marine Nutri hadir sebagai solusi dengan memanfaatkan kekayaan laut di sekitar masyarakat menjadi makanan bergizi yang mudah diolah, sekaligus membuka peluang usaha rumahan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan mulai dari pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengecekan tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) bagi ibu hamil untuk mendeteksi risiko anemia.
Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah sebagai langkah deteksi dini berbagai masalah kesehatan.
Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Awalnya kegiatan hanya ditargetkan untuk 40 peserta, namun jumlah warga yang datang mencapai 48 orang.
Tak hanya pemeriksaan kesehatan, peserta juga mendapat edukasi tentang pentingnya pola makan bergizi seimbang dengan memanfaatkan hasil laut sebagai sumber protein dan berbagai zat gizi penting.
Yang paling menarik perhatian adalah pelatihan membuat produk Marine Nutri berupa siomay berbahan ikan kembung, ikan teri, dan gonad bulu babi (Diadema setosum).
Bahan-bahan tersebut dikenal kaya protein, zat besi, seng (zink), dan asam lemak omega-3 yang berperan penting dalam membantu mencegah anemia maupun stunting.
Sebanyak 25 anggota PKK mengikuti pelatihan ini. Mereka dibimbing langsung mulai dari proses memilih bahan, mengolah, hingga menghasilkan siomay bergizi yang tidak hanya layak dikonsumsi keluarga, tetapi juga berpotensi menjadi produk usaha rumah tangga.
Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. Wa Ode Salma, S.ST., M.Kes., Dietisien, bersama Devi Savitri Effendy, SKM., M.Kes., Ph.D., Dr. Fithria, S.KM., MHS., serta Syefira Salsabila, S.Gz., M.K.M. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Peminatan Gizi, yakni dr. Siti Aisyah Karimuna, Yasrul, S.Gz., dan Rahmatia, S.KM.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Tondonggeu, Tim PKK, serta masyarakat setempat yang ikut berpartisipasi aktif mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pelatihan pengolahan pangan.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Wa Ode Salma mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal berbasis hasil laut.
Menurutnya, potensi laut yang dimiliki wilayah pesisir jangan hanya menjadi hasil tangkapan semata, tetapi juga harus mampu diolah menjadi pangan bergizi yang dapat membantu mencegah anemia, stunting, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah kelurahan, PKK, dan masyarakat, program Marine Nutri diharapkan bisa menjadi contoh pemanfaatan pangan lokal yang tak hanya berdampak pada kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Peminatan Gizi Program Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo yang bekerja sama dengan Pengurus Daerah Asosiasi Nutrisionis Indonesia (PD AsNI) Sulawesi Tenggara.
Laporan: Riat






