KOLAKA – SIBERSULTRA.com

Sanggoleo Tamalaki Mekongga (STM) resmi menggelar prosesi Pomberehua atau pengukuhan Dewan Pengurus Pusat dengan mengusung tema “Tamalaki yang Beradat dan Beradab”, pada Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WITA ini dipusatkan di kawasan Makam Sangia Nibandera, Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka.

Lokasi tersebut dipilih karena memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Tolaki Mekongga.

Dalam prosesi sakral tersebut, Dewan Pengurus Pusat STM periode terbaru resmi dikukuhkan.

Kepengurusan dipimpin oleh Ketua Umum Jefri Masrif Dun, didampingi Wakil Ketua Umum Andry Lakay, Sekretaris Jenderal Rahmat Hidayat, Bendahara Umum Lisanti, serta Dasruddin sebagai Koordinator Tobu.

Pengukuhan dilakukan oleh Riski Masrif, S.Sos selaku Ponggawaaha STM sekaligus Ketua Dewan Pendiri, bersama Ketua Dewan Pembina STM, Ndukaka Samrani Junaedy, S.Si.

Momentum ini menjadi penegasan komitmen STM untuk memperkuat eksistensinya sebagai organisasi yang berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Tolaki, khususnya di wilayah Mekongga.

”MTQ

Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai leluhur di tengah dinamika perkembangan zaman.

Ketua Umum STM, Jefri Masrif Dun, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggungjawab.

“Sami’na wa ato’na… Kami dengar dan kami taat kepada seluruh Dewan Pendiri, Dewan Pembina, dan seluruh Toono Motuo STM untuk menjadi garda terdepan pelestarian adat dan budaya Nusantara di Sulawesi Tenggara, khususnya adat dan budaya Tolaki,” ujarnya.

Tema yang diusung dalam pengukuhan ini mencerminkan arah gerak organisasi ke depan, yakni membangun karakter Tamalaki yang tidak hanya berpegang pada adat, tetapi juga menjunjung tinggi nilai etika, religiusitas, serta keterbukaan dalam kehidupan masyarakat yang plural.

Melalui pengukuhan ini, STM diharapkan semakin solid dan konsisten menjalankan perannya sebagai penjaga kearifan lokal, sekaligus menjadi kekuatan sosial-budaya yang mampu menjaga nilai-nilai adat tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.

Laporan: Redaksi

Berkomentarlah dengan baik dan bijak menggunakan facebook